SEKILAS
FORUM PARLEMEN UNTUK KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN :
SEJARAH, RELEVANSI DAN PETUNJUK PEMBENTUKAN
I. Sejarah Forum
Konfrensi Anggota-Anggota Parlemen Asia untuk Kependudukan dan Pembangunan di Beijing pada tahun 1981 tidak hanya menghasilkan sejumlah komitmen memecahkan isu-isu kependudukan dan pembangunan tetapi juga menyepakati dibentuknya sebuah wadah bagi anggota-anggota Parlemen se-Asia (AFPPD). Wadah ini diharapkan mampu membantu anggota-anggota Parlemen di Asia mengkoordinasikan sejumlah aktivitas dalam rangka memecahkan masalah-masalah kependudukan dan pembangunan. Mr. Takashi Sato, anggota Parlemen Jepang, diberikan kepercayaan menjadi Ketua AFPPD dan Mr. Sat Pau Mittal, anggota Parlemen India menjadi Sekretaris Jenderal AFPPD yang pertama.
Konfrensi Beijing juga mengamanatkan pembentukan Forum Parlemen untuk Kependudukan dan Pembangunan di-tingkat nasional. Jepang adalah negara pertama yang mendirikan Forum Parlemen untuk Kependudukan dan Pembangunan (JPFP) diikuti oleh India, Philipina, Malaysia, Vietnam dan China. Sampai saat ini, Forum Parlemen untuk Kependudukan dan Pembangunan telah terbentuk di-28 negara di Asia dan Pasifik. Forum Parlemen untuk Kependudukan dan Pembangunan baik di-tingkat regional dan nasional terlibat sangat aktif dalam memecahkan isu-isu kependudukan dan pembangunan.Di Indonesia, Forum Parlemen untuk Kependudukan dan Pembangunan (IFPPD) baru didirikan pada tanggal 17 Oktober 2001 dan diinagurasi oleh Ketua DPR-RI, Bapak Ir. Akbar Tanjung pada tanggal 15 Mei 2002.
Konfrensi Beijing ini dihadiri oleh anggota-anggota Parlemen dari 24 negara termasuk Indonesia. Beberapa tokoh penting seperti Zhao Ziyang, Perdana Menteri China, Takeo Fukuda, Mantan Perdana Menteri Jepang dan Ketua Komite Global Anggota-Anggota Parlemen untuk Kependudukan dan Pembangunan dan Nafis Sadik, Direktur Eksekutif UNFPA memberikan pidato pembukaan. UNFPA adalah salah satu sponsor utama berdirinya AFPPD
(Singh, 2005). |