”Pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara. Asap rokok yang terpaksa diisap oleh perokok pasif memiliki kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok utama. Hal ini disebabkan tembakau dibakar pada temperatur lebih rendah ketika rokok sedang diisap. Ini menyebabkan pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan bahan kimia yang banyak”
(Dikutip dari Tjandra Yoga Aditama pada Seminar ”Menyelamatkan Generasi Muda dari Efek Adiksi Rokok” di DPR RI, 2007).