Setelah Di Syahkan UU PKDRT, Lalu Apa Langkah Berikutnya
Forum Parlemen Indonesia untuk kependudukan dan Pembangunan Bekerjasama dengan UNFPA mengadakan lima seri Round Table Discussion tentang Sosialisasi Undang-undang Penghapusan kekerasan Dalam Rumah Tangga pada Bulan Januari – Februari 2005 dengan mengundang anggota DPR – RI , pihak pemerintah, organisasi perempuan, organisasi masyarakat, institusi pendidikan serta lembaga internasional (lihat table 1) untuk memperoleh peta dalam membangun strategi untuk mensinergikan upaya sosialisasi supaya tidak terjadi tumpang tindih target program sosialisasi pada perjalanannya. Kegiatan RTD ini dihadiri sejumlah organisasi perempuan, organisasi masyarakat, DPR, Pemerintah, Institusi Pendidikan dan Lembaga International seperti dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
| No. |
Organisasi Perempuan PKTP |
Organisasi Masyarakat |
DPR |
Pemerintah |
Institusi Pendidikan |
Lembaga International |
1 |
Mitra Perempuan |
Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (PHDI) |
Komisi III |
Menneg PP |
PSW UIN Syarif Hidayatullah |
UNFPA |
2 |
LBH Apik |
Pengajian Al - Hidayah |
Komisi VI |
Menkes |
|
|
3 |
Komnas Perempuan |
WKRI |
Komisi VII |
Mensos |
|
|
4 |
Yayasan Kesehatan Perempuan |
BMOIWI |
Komisi VIII |
Dep. Hukum dan Ham |
|
|
5 |
Yatriwi |
PP Muslimat NU |
Komisi IX |
Bappenas |
|
|
6 |
Koalisi Perempuan Indonesia - Jabotabek |
PGI |
Komisi X |
Mabes Polri |
|
|
7 |
KEPPAK Perempuan |
Kowani |
IFPPD |
Dep. Kehakiman |
|
|
8 |
Rahima |
Nasyiatul Aisyiyah |
|
Kejaksaan |
|
|
9 |
|
Rindang Banua |
|
RSPAD Gatot Subroto |
|
|
10 |
|
SIKAP |
|
RSCM |
|
|
11 |
|
ICMI |
|
Komnas HAM |
|
|
12 |
|
P2TP2A |
|
|
|
|
13 |
|
Forum Gender dan Lingkungan |
|
|
|
|
Hasi Terpenting RTD P-KDRT adalah sebuah peta lembaga yang melakukan sosialisasi Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga baik organisasi perempuan, organisasi masyarakat, pemerintah, DPR dan Institusi Pendidikan, RTD P-KDRT juga berhasil mengidentifikasi potensi sosialisasi masing-masing lembaga (lihat table 2)
| No. |
Institusi |
Aktivitas yang telah dan akan Dilakukan |
1 |
Anggota DPR RI, Komisi X |
Siap untuk menjadi saluran memperjuangkan implimentasi UU P-KDRT |
2 |
Anggota DPR RI, Komisi III |
Telah melakukan rapat kerja dengan pihak kepolisian dan menanyakan sampai sejauh mana implimentasi UU P-KDRT dari pihak kepolisian. |
3 |
Anggota DPR RI, Komisi VII dan VIII |
Kunjungan kerja dan sosialisasi ke daerah |
4 |
Anggota DPR RI, Komisi IX |
Mendesak Departemen Kesehatan dan Departemen Transmigrasi untuk turut mensosialisasikan UU P-KDRT |
5 |
Menneg PP |
Telah melakukan Koordinasi dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri yaitu Menneg PP, Mensos dan Menkes |
6 |
Departemen Sosial |
Menyiapkan rumah aman(shelter) untuk korban KDRT |
7 |
Departemen Kesehatan |
Mensosialisasikan UU P-KDRT di unit Depkes melalui buletin per triwulan |
8 |
Dep. Hukum & Kehakiman |
Mengadakan Trainer of Trainer (TOT) dan workshop untuk aparat penegak hukum dan pemerintah |
9 |
Bappenas |
Membuat rancangan Pembangunan Jangka Menengah serta memasukan isu gender berkaitan dengan P-KDRT |
10 |
Maber Polri |
Mensosialisasikan kepada anggota kepolisian dan membuat petunjuk teknis dalam menghadapi korban-korban KDRT |
11 |
RSPAD Gatot Subroto |
Memberikan Fasilitas counselling bagi korban KDRT |
12 |
Komnas Perempuan |
Membangun Koordinasi dengan aparat penegak hukum dan mendorong munculnya Perda didaerah |
13 |
LBH Apik |
Melakukan sosialiasasi kepada komunitas nelayan, sekolah menengah, radio, televisi serta leaflet. |
14 |
Jaker Perempuan dan Anak |
Melakukan pendampingan dan kampanye di Pengadilan |
15 |
Pusat Studi Wanita Universitas Islam Hidayatullah |
telah memiliki tenaga ahli dan memberikan pelatihan pemberdayaan perempuan khususnya tentang UU P-KDRT yang sasarannya adalah mahasiswa |
16 |
Wanita Katolik R I |
Mempunyai Shelter untuk korban KDRT, Memberitahukan telah beredar Surat Gembala tentang "Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki sebagai Citra Allah" dikalangan umat katolik |
17 |
Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia(BMOIWI) |
Memberikan penyuluhan 100 mubaligh tentang KDRT dan berencana memberikan TOT untuk anggota BMOIWI |
18 |
ICMI |
Memiliki Wisma Sakinah yang khusus untuk perempuan |
19 |
Kowani |
Mengusulkan Amandemen UU Perkawinan |
20 |
Rahima |
Mengadakan pelatihan-pelatihan tentang sosialisasi UU P-KDRT |
21 |
Rindang Banua |
Melakukan home visit dan berencana melakukan TOT |
RTD – P-KDRT juga mampu memetakan fokus kerja masing-masing lembaga, Ada empat fokus kerja masing masing lembaga, yaitu sosialisasi, konseling, pendampingan dan kajian, RTD P-KDRT juga membuat beberapa catatan penting.
Pertama kita mengetahui telah keluar surat gembala berkaitan dengan KDRT,
Kedua Tingginya kebutuhan memiliki dokumen pro kontra substansi UU P-KDRT.
Ketiga terbatasnya alokasi anggaran pemerintah berkaitan dengan sosialisasi UU P-KDRT.
Keempat Tingginya kebutuhan untuk melakukan sosialisasi kepada ulama, tokoh masyarakat dan legislatif di propinsi dan kabupaten.
Kelima Tingginya kebutuhan utnuk melakukan pemantauan implementasi UU P-KDRT oleh lembaga aparat penegak hukum
Keenam Tingginya permintaan agara Menneg PP menjadi leader sector melakukan koordinasi, desiminasi informasi dan distribusi sumber daya lainnya kepada lembaga-lembaga yang melakukkan sosialisasi UU P-KDRT.
|